Pernyataan yang dikatakan oleh Andi Malarangeng yang mengatakan bahwa BBM memang terbukti telah turun sebanyak tiga kali hanyalah logika anak kecil saja. Terlebih ketika, PDI Perjuangan (PDIP) yang mana rival Partai Demokrat (PD) menyebutkan iklan yang dibuat PD merupakan langkah licik menghadapi Pemilu 2009 agar bisa meraup suara yang sebanyak-banyaknya.
Bagaimana tidak licik, kenyataannya di sini terlihat SBY sebagai jajaran pengurus PD dan Presiden RI menggunakan kesempatan gratis sebagai penguasa yang bisa menggunakan kekuasaannya untuk memuat iklan kampanye partainya mengenai penurunan BBM yang sudah ia putuskan. SBY sangat tidak etis dalam menggunakan program pemerintah untuk penurunan BBM sebagai kampanye partai.
Dengan menggunakan logika sederhana saja, presiden merupakan pemimpin negara yang terdiri dari berbagai macam suku, dan golongan, juga kelompok. Tapi, Presiden SBY merupakan pemimpin orangnya PD, bukan pemimpin rakyat Indonesia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar