Apa Kebutuhan Kita 2009?


Tanggung jawab pemimpin terpilih setelah Pemilu 2009 nanti nampaknya akan semakin berat. Rupanya 2009 ini merupakan tahun “kemiskinan” Indonesia. Ancaman pemutusan hubungan kerja sebentar lagi akan menggejala di seluruh sektor perekonomian. Hanya sebagai informasi saja, ketika devisa maupun kas negara banyak diperoleh dari sektor swasta.

Menyikapi ini terbayang sekali akan beratnya tanggung jawab presiden dan wakil presiden Indonesia yang baru untuk mengurangi sampai mengikis hingga indeksnya menurun. Kondisi ini merupakan tantang yang sangat diperlukan solusi konkrit.

Setidaknya dipikiran kita terbayang, bahwa jangankan mereka saudara-saudara kita yang menjadi korban PHK ini berpikir untuk mempunyai tempat tinggal yang layak. Mungkin, di antara saudara-saudara kita sudah mengalami hal ini sejak sebelum mereka kena di PHK—bagaimana ketika kena PHK dan hanya mendapat pesangon yang sangat minim? Tidak semua korban PHK dapat pesangon. Inilah yang diacuhkan SBY-Kalla, alias tidak mau ikutan pusing “mikirin” kondisi korban PHK. Selain itu, saudara kita korban PHK ini kebutuhan makan saja setiap harinya belum tentu tercukupi, karena sudah tidak punya uang.

Makanya, konkrit saja—bahwa yang dibutuhkan saat ini pemimpin yang bisa memikirkan kebutuhan makan dulu, sebelum mereka mempunyai pekerjaan dan hingga hidup yang layak. Kebutuhan sembakolah yang utama.

Tidak ada komentar: