
Kerja konkrit ketimbang yang mempunyai kekuasaan Megawati Soekarnoputrilah lebih konkrit. Kampanye di Indonesia Bagian Timur yang diawali sejak beberapa saat lalu, terbukti Megawati amat peduli dengan masyarakat yang ada di bawah. Mereka selalu menyebut Megawati adalah orang yang pendiam dan tidak bisa berbuat lebih untuk bangsa Indonesia—sekarang malah kebalikannya.
Memang menurut lembaga survei LP3ES SBY bisa mengalahkan Megawati Soekarnoputri di beberapa wilayah di Jakarta, Banten, Jabar, Jateng serta beberapa belahan Jawa lainnya di tambah NTT, Kalimantan Sulawesi. Tapi, sebagai bagian wilayah Indonesia juga—Papua, Ambon, Manokwari, dan seluruh belahan Indonesia Bagian Timur pun punya hak pilih. Dalam peta wilayah, bahkan beberapa wilayah di Indonesia Bagian Timur sangat sulit dijangkau oleh KPU untuk menyelenggarakan Pemilu 2009 nanti.
Jangan salah, meski di Indonesia Bagian Barat SBY bisa mengungguli Megawati tapi perlu diingat peta golput atau swing voter belum berubah antara 30 sampai 50 persen. Bahkan, bukan hal yang mustahil ketika Megawati melajutkan silaturahmi politiknya menyisir ke wilayah barat memungkinkan Jawa pun bakal terbelah akan “kekuasaan” suara SBY. Itupun jika SBY masih “menganggap” Muhammad Jusuf Kalla—jika pun iya tapi ancaman “pengikut” Gus Dur dari kalangan NU tidak bisa diabaikan begitu saja saat ini (ketika SBY-Kalla masih berkuasa).
Apalagi beberapa waktu lalu SBY sudah melakukan pelanggaran dengan menodai kampanyenya oleh tim suksesnya sendiri, yakni dengan menyewa Saiful Mujani dengan LSI-nya.
Selain itu, beberapa kalangan pengamat kawakan masih mengakui mereka yang berlebel swing voter, malah seruan Gus Dur pun masih digubris oleh beberapa level di bawah payung NU. Tapi, kerja keras Khofifah Indarparawansa sebagai bukti bakalan golput bisa diminimalisir. Jangan berbangga hati dulu, hai SBY beserta tim suksesnya.**

Tidak ada komentar:
Posting Komentar