Elpiji Masih Langka


Pasokan gas elpiji saat ini bisa dibilang masih sangat minim. Pertamina dalam hal ini perusahaan penyedia bahan bakar (elpiji dan minyak tanah) sudah melakukan apapun yang diperintahkan oleh pemerintahan SBY-JK. Tapi, hal ini malah membuat blunder di masyarakat. Selain antrian yang panjang—sebenarnya bahan bakar itu masih sangat langka di penjual atau agen.

Konversi dari minyak tanah ke elpiji merupakan program pemerintah yang digulirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla hanya isapan jempol belaka. Apalagi untuk ketersediaan elpiji menjelang 2009, Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengoordinir program ini mengecap dan menjanjikan kepada masyarakat tidak akan kekurangan pasokan gas elpiji di pasaran.

Ditulis di media cetak di Jakarta beberapa waktu lalu, disebutkan bahwa Pertamina sebagai perusahaan BUMN penyedia elpiji itu, sudah melakukan kewajiban yakni menyediakan pasokan elpiji atas permintaan pemerintah, serta melakukan pengawasan suplai. Selain pemerintah SBY-JK yang tidak peka dalam menghitung kekurangan elpiji serta penyediaan atau suplai, juga lalai dalam memenuhi janji.**

Janji?


Sekilas memang pernyataan/statement yang mengharukan. Ketika Presiden SBY akan kembali menurunkan harga solar sebesar Rp500 per liter karena melihat kondisi nelayan kita. Pernyataan yang disambut oleh kebanyakan masyarakat nelayan di Gresik, Jawa Timur, itu, tak tanggung-tanggung janji lagi yang dilontarkan Presiden SBY.

Janji-janji SBY-Kalla dulu (kampanye ketika Pemilu 2004) yang kini banyak yang “gombal” karena kondisi global, salah satunya dengan naik-turunnya harga minyak dunia—tak hanya sekedar didiskon, bahkan direduksi. Kenapa mesti dikatakan “Presiden berjanji kepada nelayan”? Atau, “Demi nelayan”? Apakah kita sudah “tebal muka” ketika janji yang tak terlaksana.

Bak, menyiram air di padang pasir tandus. Jadi, tetaplah air itu simbol air, dan gurun simbol kering tandus. Masyarakat kini sudah mendapat “antibiotik” yang teramat banyak. Tapi, tidak berarti terus menerus seperti ini kondisinya. Apalagi cuma Rp500 saja. ***